Keajaiban Jalan di Atas Api atau Firewalking

firewalk, outbound, outbond, percaya diri

Firewalking

Mungkin timbul pertanyaan, ” Bagaimana sih, koq firewalk itu bisa jadi sebuah materi yang heboh dibeberapa kegiatan outbound atau seminar?!. Sebenarnya, ritual berjalan diatas api itu telah dilakukan manusia sejak ribuan tahun lalu. Sejarah mencatat, praktek seperti ini paling awal dilakukan pada 1200 SM diberbagai tempat. Tradisi berjalan diatas api ini juga nampak diberbagai kebudayaan dan suku di dunia. Di China, tradisi ini merupakan bentuk perwujudan ilmu beladiri dan penyembuhan, sedangkan di India, kegiatan ini merupakan bagian ritual kesucian dan ritual keagamaan.

Pada abad XIX, masyarakat Hawaii memunculkan tradisi berjaan diatas api sebagai perayaan suka cita. Diberbagai tempat, termasuk di Indonesia, ada beberapa suku yang menggunakan ritual jalan diatas api untuk tujuan tertentu. Contohnya di desa Trasian, didesa ini berjalan diatas api merupakan sebuah upacara inisiasi yang telah ada sejak abad XXI. Pemuda yang dianggap dewasa harus berjalan diatas api untuk menandai bahwa seorang pemuda sudah dianggap mandiri. Tujuannya adalah sebagai upacara ritual untuk mengukuhkan para remaja untuk menjadi manusia dewasa. Mereka harus berjalan diatas api / firewalk dengan tabuhan genderang.
Firewalk juga menjadi bagian budaya Banten, sebuah propinsi diujung Barat pulau Jawa. Begitu juga dibeberapa tempat di Indonesia.

Kapan awal mula sejarah Firewalk menjadi bagian dari seminar motivasi atau kegiatan Outbound?. Dari tradisi firewalk, seorang yang bernama Rolly Burkan meneliti, kenapa mereka berani jalan diatas api?.

Tolly Burkan, yang di kenal sebagai modern firewalking father, mengadakan seminar (workshop) jalan di atas api pertama kali pada tahun 1978 di USA, yang kemudian diteruskan oleh Jhon Maisel dan Anthony Robbins. Selama 7 tahun Tolly Burkan (TB) melakukan penelitian secara ilmiah, di teliti secara medis dan science. Selama 7 tahun TB banyak melakukan ‘ Trial and Error ‘ dengan tujuan untuk menemukan:

– Kayu mana yang boleh dan tidak boleh digunakan dalam Firewalk
– Apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam Firewalk
– Syarat-syarat apa saja yang harus dipenuhi supaya dapat berjalan diatas api
– Apa saja yang perlu dipersiapkan dalam seminar Firewalk
– Cara panduan dalam membantu peserta berjalan di atas api dll.
Dan akhirnya hasilnya di kemas dalam seminar Firewalk. Seminar Firewalk sendiri dipopulerkan oleh Anthony Robbins dan Jhon Maisel dari Amerika sejak tahun 1983.

dunia outbond firewalk

Firewalk Traditional

Lalu apa bedanya Seminar Firewalk dengan jalan diatas api yang ada di masyarakat Hawaii atau yang di Banten? Jelas berbeda. Kalau yang di Hawaii atau di Banten, itu bisa jadi ada unsur magic atau memiliki ilmu atau kualifikasi tertentu. Sehingga setiap orang biasa tidak bisa jalan diatas api. Sedangkan Seminar Firewalk sudah diteliti dan dipersiapkan atas dasar penelitian ‘ilmiah’. Ilmiah di sini maksudnya, setiap orang bisa berjalan diatas api dengan aman, tanpa trik tanpa magic dan cukup menggunakan Subsconscious Reprogramming ( alam bawah sadar). Lalu apa dasar ilmiahnya berjalan diatas api:
– Kayu bukan penghantar panas yang baik dibandingkan dengan logam atau yang lain
– Ternyata untuk jenis kayu tertentu telapak kaki kita tahan dalam beberapa detik untuk berjalan diatas bara api (berjalan dalam jarak 3-10 meter)
– Telapak kaki memiliki kekuatan dibandingkan dengan kulit yang lain.
– Jika pikiran kita difokuskan pada hal tertentu, maka otak kita bisa jadi tidak merasakan api.
Bisa dilakukan dengan cara afirmasi (AR menyebutnya Incantantion) melalui Subconscious Re-Programming ( alam bawah sadar ) dsb. Walaupun secara ilmiah/fisika aman, mengapa orang juga masih takut kakinya terbakar?.

Mengapa orang secara emosi masih takut untuk jalan di atas api?. Jawabannya, karena dia mempunyai referensi yang tidak menyenangkan tentang api. Seseorang kebanyakan tidak mempunyai pengalaman yang baik tentang api. Kita semua selama ini tahu bahwa api itu panas dan bisa membakar tubuh kita. Sehingga, secara emosional, tubuh kita bereaksi menolak untuk berjalan diatas api.

Ketika dua benda yang berbeda suhunya bertemu, benda yang lebih panas akan mendingin dan begitu juga dengan benda yang lebih dingin. Secara otomatis dia akan menjadi lebih panas. Proses ini akan berhenti jika kedua benda tersebut dipisahkan atau telah mencapai suhu yang seimbang.

Tinggi suhu setimbang dan waktu yang dibutuhkan untuk mencapainya tergantung pada sifat-sifat termodinamika, yaitu suhu awal benda, massa jenis benda, kalor jenis benda, dan konduktivitas termal benda. Efusivitas termal merupakan akar kuadrat dari hasil perkalian konduktivitas termal, massa jenis, dan kalor jenis. Efusivitas termal menunjukkan jumlah energi panas yang diserap atau dilepaskan tubuh dalam kurun waktu tertentu per satu satuan luas saat permukaan benda berada pada suhu tertentu. Karena jumlah panas yang diserap oleh bagian yang lebih dingin pasti sama dengan jumlah panas yang dilepaskan oleh bagian yang panas, maka suhu permukan kedua benda yng saling bersentuhan menuju suhu benda yang memiliki efusivitas termal lebih tinggi. Untuk topik kali ini, kedua benda tersebut adalah kulit telapak kaki (yang mengandung air) dan arang.

Karena alasan-alasan di atas, David Willey seorang profesor di bidang fisika meyakini bahwa berjalan di atas api adalah suatu hal yang dapat dijelaskan oleh hukum dasar fisika dan bukan merupakan hal yang mistis atau supranatural. Jearl Walker juga menambahkan dugaannya bahwa berjalan di atas api dengan kaki yang basah akan mencegahnya terbakan karena adanya efek Leidenfrost.

Air memiliki kalori jenis yang sangat tinggi (4.184 kJ/K kg), sedangkan arang memiliki kalor jenis yang sangat rendah, sehingga perubahan suhu pada kaki akan lebih lambat dibandingkan perubahan suhu pada arang.

1. Air juga memiliki nilai konduktivitas termal yang tinggi, apalagi darah yang ada di kaki akan membawa panas dan menyebarkannya ke seluruh tubuh.

2. Saat suhu arang menurun, suhunya akan berada di bawah flash point sehingga proses pembakaran akan berhenti dan tidak ada panas baru yang dihasilkan.

3. Firewalkers tidak akan lama berjalan di atas bara api dan mereka terus bergerak.

4. Risiko yang ada yaitu munculnya kapalan pada telapak kaki yang terkadang disertai rasa sakit. Namun dalam kurun waktu 3 hari, kapalan ini akan hilang.

Banyak orang yang kakinya terbakar karena mereka berjalan terlalu lama sehingga memungkinkan konduktivitas termal arang naik.

1. Berlari ( bukan berjalan ) di atas bara api meningkatkan risiko terbakarnya bagian atas kaki, karena berlari akan menekan kaki lebih dalam kepada bara api.

2. Adanya benda asing pada arang juga dapat menyebabkan kaki terbakar. Berhati-hatilah terhadap logam karena tingginya konduktivitas termal yang dimilikinya.

3. Arang yang belum cukup lama terbakar akan meningkatkan risiko terbakarnya kaki, karena arang tersebut masih mengandung air yang memiliki kalor jenis dan konduktivitas termal yang tinggi. Pastikan air pada kayu yang dibakar telah menguap seluruhnya sebelum kegiatan firewalking dimulai.

Agar berjalan di atas api tetap menantang namun aman, berikut adalah tips-tips yang dapat dipraktekan :

1. Belajarlah kepada ahlinya, yaitu instruktur firewalking.

2. Tontonlah video mengenai cara melakukan firewalking. Video semacam ini dapat dengan mudah didapat di YouTube. Dengan menonton video ini, Anda dapat melihat bagaimana pengalaman mereka dan bagaimana mereka mampu melewatinya.

3. Jika ini adalah pengalaman pertama Anda melakukan firewalking, sebaiknya ada yang menemani Anda untuk berjaga-jaga jika Anda sampai terluka.

4. Pilih area yang akan Anda lewati selama firewalking. Penuhi area tersebut dengan pasir.

5. Jika terdapat titik api di dekat area tersebut, tunggu hingga warna baranya merah menyala.

6. Setelah warna baranya merah menyala, gunakan sekop untuk menyebarkan bara tersebut di area yang akan Anda lewati. Sebarkan dengan hati-hati.

7. Fokuskan pikiran Anda dan yakinkan diri Anda bahwa Anda pasti bisa. Mulailah berjalan di atas bara api.

8. Berjalanlah di atas bara dengan cepat, namun jangan berlari. Berlari akan membuat kaki Anda masuk lebih dalam ke bara api dan akan membuat Anda merasakan sakit.

Ketakutan akan api sudah tertanam begitu dalam pada keyakinan manusia. Ketakutan ini merupakan pemain utama dalam sistem keyakinan kita. Aturannya, otak tidak mau dikalahkan. Ego manusia selalu ingin benar dan melakukan segala sesuatunya dengan “ nyaman ”. Ketika sesuatu yang “ tidak nyaman ” untuk ego manusia terjadi, ego memompakan gelombang ketakutan dengan segala cara untuk menghalangi kita melakukan perubahan yang bertentangan dengan ego kita. Rasa takut adalah emosi manusia yang kuat. Sekalipun sudah berkali-kali melakukan firewalking, rasa takut tetaplah ada. Namun, rasa takut dapat dikendalikan bahkan dijadikan rekan yang hebat.

Caranya adalah dengan berpikir bahwa rasa takut hanyalah sebuah energi. Kita dapat mengambil seluruh energi dari emosi kita, emosi apa saja, dan dengan melihat emosi tersebut sebatas sebagai sebuah energi, kita dapat memanfaatkannya untuk mendukung kita alih-alih menghalangi langkah kita. Dengan latihan, menemukan tempat yang tenang dalam diri akan semakin mudah, menghirup nafas dalam-dalam dan mengubah ketakutan menjadi kegembiraan dan suka cita. Lain kali ketika Anda mulai merasakan munculnya rasa takut, katakan pada diri Anda bahwa ini hanya sebuah energi. Dengan kesadaran seperti itu, Anda dapat memilih bagaimana Anda ingin energi ini bekerja dalam hidup Anda. Pastinya Anda akan bisa menggunakannya untuk menghentikan langkah Anda atau justru Anda memilih untuk masuk ke dalam ketakutan Anda yang paling besar dan mengubahnya menjadi dorongan untuk berubah. Ketahuilah bahwa sistem keyakinan manusia diturunkan dari orang tua dan mungkin saja hal itu tidak benar. Firewalking dapat membawa keyakinan ini kepada cahaya.

Apa sih tujuan utama Seminar Firewalk?

* Jalan di atas api hanyalah sebuah ’Metafora’ (batu ujian), yang paling penting adalah bagaimana menaklukkan rasa takut.

* Menaklukkan rasa takut sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari. Karena hambatan terbesar adalah : Rasa Takut dalam upaya mencapai goal yang kita inginkan.

* Firewalk digunakan sebagai magic moment, kita ingat seumur hidup karena kita telah menaklukkan ketakutan terhadap panasnya api. Kalau begitu siapa yang boleh memandu Firewalk? Tentu saja Trainer Firewalk yang sudah mendapatkan pengetahuan bagaimana cara & syarat2 memandu Seminar Firewalk. Dan juga memiliki pengalaman dalam mengadakan Seminar Firewalk. Apakah sang Trainer harus memiliki Sertifikat Firewalk Trainer? Memiliki Sertifikat adalah sebagai bukti bahwa sang Trainer telah mendapat pengetahuan yang benar tentang Firewalk. Tapi itu bukan sebagai jaminan tentang keamanan firewalk.

Seperti yang pernah ditanyakan pada John Maisel (dari Fire Institute, USA) sewaktu menggelar Seminar Firewalk di Indonesia, beliau mengatakan Tanggung jawab dan Kemampuan Sang Trainer-lah yang menjadi peran utama Firewalk tsb. bisa berjalan dengan baik atau tidak. Apakah jalan diatas api itu benar2 aman? Lalu kenapa ada yang luka atau terbakar? Jika Sang Trainer sudah menjalankan prosedur sesuai standar, seharusnya tidak ada yang terbakar atau melepuh. Yang ada hanya kemungkinan terjadinya titik api kecil di telapak kaki. John Maisel atau Anthony Robbins menyebutnya ’Little hotspot’.

Apakah mungkin seseorang yg jalan diatas api terkena Little hotspot? Kemungkinan tetap ada walaupun hanya 5-10% orang, Namun Little hotspot tidak berbahaya, biasanya dalam 2-3 hari akan hilang. Yang menjadi titik perhatian bukanlah saya ada luka (little hotspot) atau tidak. Tapi lebih pada keberanian peserta dalam mengalahkan ketakutan dirinya dan melakukan Action…. berjalan diatas api.

Ada banyak kesaksian dari peserta yang telah berjalan diatas api, banyak merasakan manfaat sehingga hidupnya telah berubah menjadi lebih baik lagi. Sejatinya dalam hidup kita pun ada ’little hotspot’ yang jauh lebih beresiko. Seperti : mengalami kerugian usaha, baru saja ditipu teman 50 juta rp, AC mobil rusak & harus diganti, mengalami sakit, kena PHK, putus cinta (hahahahaaa…. ) dll. Siapa sih yang boleh jalan diatas api? Menurut FIRE Institute USA, seseorang yg berusia 4 – 80 tahun bisa jalan diatas api.

Selamat Mencoba!…

Kumpulan Logo Dunia Outbound Klien

Klien Dunia Outbound

BACA JUGA

 

Share This:

2 Responses to Keajaiban Jalan di Atas Api atau Firewalking

  1. Jon Desrizal says:

    Pada tanggal 04-06 February 2013,Saya mengikuti OutBound di Lembah Mandiri Bogor.. Saya merasa senang banget mengikuti Outbound saat itu…walau pun terasa capek tapi Seru bangeeet….. Pengen ikutan lagi……………
    hahahhahha……. Asik Cuy…… I Like Dunia Uotbound.

    Tanks……

  2. Terima kasih atas partisipasinya, Pak. Salam untuk rekan – rekan Mitsubishi lainnya. Only In Mitsubishi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *