Marhaban Ya Ramadhan…

Marhaban Ya Ramadhan, untuk semua Sahabat Dunia Outbound. Tidak terasa, sedikit lagi kita akan merasakan kembali nikmatnya bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah dan Maghfiroh.

Ada beberapa hal yang selalu terlintas dibenak saya tiap kali akan memasuki bulan Ramadhan. Perasaan suka cita berbaur dengan segudang perasaan lainnya selalu berkecamuk didalam benak saya. Kenangan – kenangan lama, semasa kecil, masa remaja hingga dewasa bermunculan bak flash back dalam sebuah drama picisan. Salah satu ingatan yang tak mungkin saya lupakan adalah, kenangan hebat bersama seorang teman pada saat saya masih kelas dua sekolah menengah pertama.

Herman, itu nama teman saya. Namun saya dan teman – teman biasa memanggil dia dengan dengan panggilan Pepen atau Kuro. Orangnya biasa saja, tidak banyak tingkah dan terkesan easy going. Pepen adalah teman rumah saya, kontrakan tempat dia tinggal masih satu RT dengan rumah orang tua saya. Sejak lulus Madrasah Ibtidaiyah, Pepen berhenti sekolah dan bekerja sebagai pengurus taman atau tanaman. Kebetulan tetangga kami ada yang mempunyai usaha penyewaan tanaman – tanaman hias untuk perkantoran. Satu hal yang sangat pasti saya ingat adalah, Pepen suka sekali membaca buku cerita Wiro Sableng 212. Saking sukanya, dia rela memotong uang gajinya untuk membeli buku cerita tersebut tiap kali terbit. Kadang, sepulang sekolah jika tidak ada kegiatan saya main kerumah Pepen untuk meminjam buku – buku tersebut.

Kembali ke cerita Ramadhan. Hari itu, entah Ramadhan di hari keberapa, yang pasti sudah mendekati Hari Raya Idul Fitri. Sepulang sekolah, saya berjalan – jalan ke pertokoan di sekitar Ciputat untuk melihat – lihat baju lebaran, maklum anak – anak. Padahal saat itu saya tidak memegang uang sama sekali. Menjelang sore saya baru kembali kerumah. Saat melihat – lihat tadi, saya sangat tertarik dengan dengan sebuah kemeja Flanel, warnanya orange dengan motif kotak – kotak, sepertinya sangat cocok dipakai untuk beraktifitas di alam bebas. Oh iya, sejak SMP saya memang sudah gemar kemping dan naik gunung. Namun melihat harganya, sepertinya kemeja itu hanya akan jadi impian semata.