Belajar Ikhlas Lewat Kegiatan Outbound Training

Pernahkah Anda tiba – tiba merasa bahagia tanpa tahu sebabnya?, rasa bahagia itu mungkin saja diakibatkan oleh rasa ikhlas atas apa yang kita terima, baik saat menerima karunia atau justru ketika menerima musibah. Mencoba ikhlas saat mendapati keadaan yang tidak menyenangkan memang merupakan sesuatu yang amat sulit. Saat ditimpa musibah, kita pasti akan sulit menerima apa yang terjadi saat itu.

Kali ini kita akan belajar bersama bagaimana mempelajari ilmu ikhlas melalui kegiatan Outbound Training. Aneh?, Oh tentu tidak!. Karena untuk mempelajari ilmu ikhlas dibutuhkan beberapa tahapan yang berhubungan langsung dengan pelaku. Dengan kata lain, learning by doing, sesuai dengan konsep yang diterapkan dalam kegiatan Outbound Training.

Lewat kegiatan Outbound Training, peserta akan diajak kedalam situasi yang penuh tekanan, dimana ketahanan mental peserta akan diuji melalui simulasi – simulasi yang disiapkan oleh panitia. Kemudian proses ini akan dibahas bersama pada saat kesempatan de’ brief kegiatan.

Keikhlasan seseorang benar – benar menjadi sesuatu yang amat penting dan akan membuat hidup ini sangat mudah, indah dan jauh lebih bermakna. Rasa ikhlas bisa berkaitan dengan kebahagiaan . Jadi, jika kita bisa membuat dan mengkondisikan suasana hati kita pada posisi ikhlas, maka sebenarnya kita akan merasa bahagia atau tenang.

Keikhlasan juga akan membuat kita merasa menyerahkan semua masalah ini kepada Tuhan. Do’a kitapun akan diterima jika kita merasa ikhlas.  Jadi, sebagai mahluk yang amat lemah ini, kita akan berubah mnejadi mahluk yang kuat dikala kita sedang ikhlas diri kepada Dzat Yang Mahakuasa. Hal ini karena kita yakin bahwa segala keinginan kita akan dikabulkan-Nya. Ingat, dibalik kesulitan pasti ada kemudahan,  Setiap tangisan pasti akan ada sebuah  senyuman.  Seorang yang ikhlas akan memiliki kekuatan yang besar. Ia seakan-akan menjadi pancaran energi yang melimpah. Keikhlasan seseorang dapat dilihat pula dari raut muka, tutur kata, serta gerak gerik perilakunya yang selalu tenang dan damai. Seseorang yang selalu meratapi apa yang terjadi, menyesali kesalahan atau kekeliruan yang dibuat dan terpaku pada waktu mereka yang terbtas hanya akan merasakan kesusahan, kesengsaraan dan keputusasaan.

Dengan sebuah keikhlasan menerima apa yang telah terjadi, akan membuat kita kembali menatap sesuatu kejadian dengan penuh pesona, terima dengan ikhlas apa yang kita miliki, apa yang terjadi dan apa yang menimpa kita, maka tidak akan terjadi lagi sesuatu menjadi sebuah beban. Janganlah pernah merasa terhimpit, terkekang , karena didunia ini segala sesuatu pasti berubah. Saat hati tidak bisa ikhlas, cobalah berdo’a untuk bisa ikhlas atas ketidak ikhlasan kita. Tataplah masa depan, jalani dengan penuh keikhlasan dan kesabaran, karena pasti dibalik sebuah permasalahan pasti akan muncul kemudahan. Satu hal, ikhlas itu tidak berarti pasrah, ikhlas itu menerima dengan baik apa yang terjadi, dengan tetap berusaha mencapai apa yang kita inginkan. Menjadi ikhlas saat hati tidak bisa menjadi ikhlas adalah tetap yang terbaik. Ujian atau cobaan pasti akan terus mengalir, ikhlas menerima dan sabar menjalani adalah sebuah kunci dalam menjalani semua yang ada.

Dalam kegiatan outbound training, ini yang disebut dengan Tahapan Kerja Ikhlas, sebuah tahapan etos kerja tertinggi dari semua tahapan yang ada sebelumnya, yaitu ; Kerja Keras dan Kerja Cerdas.

Jadi, apalagi yang kita tunggu, mulailah kita mempelajari ilmu ikhlas dari sekarang untuk kebahagiaan kita baik didunia maupun di akhirat.

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *