Tag Archives: pemimpin

Kepemimpinan Dalam Diri Kita, Membuat Banyak Orang Lain Sukses

Leadership Kunci suksesDi setiap organisasi diperlukan pemimpin. Terbesar dalam suatu kumpulan rakyat dan bangsa adalah organisasi Negara yang di pimpin oleh seorang presiden, raja atau perdana mentri.

Organisasi terkecil adalah keluarga yang anggotanya anak, istri dan mereka yang ada di keluarga itu dengan pemimpin utama sebagai pengendali keluarga adalah suami atau sorang bapak. Bapaklah pemimpin di organisasi keluarga.

Di perusahaan, di kemasyarakatan level tertentu tetap di perlukan pemimpin yang siap memberikan dan menjadikan dirinya suri teladan. Dengan keteladanan inilah kunci suksesnya seorang pemimpin suatu komunitas.

Share This:

Artikel Outbound : Edisi Leadership

Salah satu program outbound yang banyak diminati oleh perusahaan rekanan kami adalah program kegiatan yang berhubungan dengan Leadership Training atau latihan kepemimpinan. Di Dunia Outbound sendiri, program yang berisikan materi kepemimpinan diberikan dalam versi indoor dan outdoor training. Dimana dalam kegiatan tersebut, peserta diajak untuk menikmati “keindahan dan keajaiban” mengenal potensi diri sendiri yang mungkin selama ini tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

Artikel Dunia Outbound kali ini akan membahas apa saja yang kita butuhkan untuk menjadi seorang pemimpin yang akan disampaikan dalam beberapa tulisan.

Share This:

Edisi Komunikasi Untuk Kepemimpinan

CARA MENGATAKAN ‘ TIDAK ” DENGAN MUDAH DAN TANPA RASA BERSALAH

Leadership Kunci sukses, outbond, dunia putbound” Tidak ” adalah sebuah kalimat lengkap, jadi ucapkanlah. Tetapi, jika Anda berfikir bahwa dengan mengatakannya Anda akan masuk kedalam suasana yang kurang nyaman, akan timbul percekcokan, maka gunakanlah teknik berikut ini. Teknik komunikasi ini merupakan salah satu alat psikologis terbaik yang bisa menghindarkan Anda dari perasaan tidak enak dan tertekan saat mengatakan kalimat ” tidak “.

Ada sebuah kaidah persuasi yang di sebut hukum timbal balik (resiprositas), yang pada intinya mengatakan bahwa ketika seorang berbuat baik pada kita, kita sering kali perlu membalasnya. Kita telah menyinggung hukum ini sebelumnya; itulah alasan mengapa kelompok- kelompok keagamaan membagikan setangkai atau hadiah lainnya di bandara. mereka mengetahui bahwa kebayakkan orang akan tergerak untuk memberikan sedikit sumbangan. sekalipun bukan kita yang meminta hadiah itu, dan sekalipun kita mengetahui bahwa kita tidak wajib menyumbang, tetapi kita merasa tidak enak bila tidak melakukannya. Ketika seseorang memberi kita sesuatu (misalnya, waktu, informasi, hadiah, dan lain- lain, kita sering merasa hutang budi padanya. Inilah juga sebabnya mengapa kita sering kali kesulitan untuk tidak membeli sesuatu di toko setelah para pelayanya “menghabiskan banyak waktu” untuk kita. Kita akan merasa lebih nyaman ketika kita membalas pemberiannya itu dengan cara tertentu, Dalam hal ini, membeli sesuatu di toko tersebut. Kebanyakan pelayan toko sangat mengetahui bahwa jika mereka menginvestasikan banyakl waktu bersama kita, maka kita akan merasa agak berkewajiban untuk membelinya, meskipun kita tidak yakin apakah barang itu benar- benar kita butuhkan.

Share This: