Sungai Lokasi Arung Jeram Di Indonesia


Berikut akan kami sampaikan beberapa sungai di Indonesia yang sudah dijadikan sebagai lokasi arung jeram di Indonesia. Dengan karakter berbeda, sungai – sungai tersebut menjanjikan berbagai petualangan menarik yang dikombinasikan dengan kegiatan outbound training, sehingga selain dapat menikmati tantangan yang luar biasa, para pesertanya pun dapat mengambil pelajaran dari setiap aktifitas yang dilakukan. Berikut nama sungai – sungai tersebut :

1. Sungai Wampu
Terletak di antara dua kabupaten di Sumatera Utara, Karo dan Langkat. Di kabupaten Karo, hulu sungai ini dikenal dengan nama Lau Biang. Sedang di Langkat dikenal dengan nama Sungai Wampu. Airnya yang jernih dan cukup deras, mengalir langsung dari hutan – hutan lebat di Taman Nasional Gunung Leuser. Rute utama untuk berarung jeram disini biasanya dimulai dari Kaperas di Marike sampai dengan jembatan Bahorok di Kabupaten Langkat. Jarak tempuh kurang lebih sepanjang 22km, waktu tempuh normal 4-5 jam. tingkat kesulitan antara kelas II – III. Jika ingin rute lebih panjang lagi pengarungan dapat dimulai dari desa Rih Tengah, kab. karo. Hanya saja perjalanan menuju ke desa ini cukup sulit, disamping harus melewati jalan off road selama 3 jam, harus dilanjutkan pula dengan trekking selama 3 jam. Tetapi jangan khawatir karena anda akan disuguhi pemandangan yang indah di titik awal pengarungan.

2. Sungai Alas
Sungai ini terletak di dalam TN Gunung Leuser dan mengalir ke arah Aceh Selatan. Sungai ini termasuk sungai yang selalu diimpikan untuk diaungi oleh setiap maniak arung jeram. Tingkat kesulitan jeram-jeramnya antara III s/d IV. Ada beberapa trip yang bisa dipilih. Untuk perjalanan satu hari pengarungan dapat dimulai dari Serkil ke Ketambe atau Natam dekat Kutacane. Jika memang tertarik untuk trip panjang, pengarungan dapat dimulai dari Ketambe ke Gelombang, Aceh Selatan. Jalur ini adalah jalur ekspedisi yang cukup menegangkan sekaligus mengasyikan, karena melintas hutan tropis selama tiga hari penuh. Di titik-titik perhentian telah disediakan fasilitas pondok-pondok wisata yang dapat digunakan untuk bermalam.

3. Sungai Tripa
Sungai ini juga terdapat di TN Gunung Leuser. Titik awal pengarungan dimulai dari desa Pasir dan berakhir di desa Tongro, Terangun Aceh Tenggara. Muara sungai Tripa berada di Aceh Barat dan mengalir ke Samudra Hindia. Untuk mencapai daesa Pasir dapat melalui Blangkejeren melalui jalan-jalan berlumpur. Tingkat kesulitan berkisar III s/d IV.

4. Sungai Asahan
Sungai ini mengalir dari mulut Danau Toba melewati Porsea Kab. Asahan dan berakhir di teluk Nibung, Selat Malaka. Jeram sungai Asahan terkenal liar dan deras. Topografi daerah ini bergelomang membuat jeram-jeram di sungai asahan ini menjadi sangat variatif, berombak tinggi, dan panjang. Titik awal dapat dimulai dari Sampuran Harimau yang terletak di desa Tangga Kab. Asahan dan titik akhirnya di desa Bandar Pulau. Tingkat kesulitan jeramnya bervariasi antara III s/d V. Jeram terbesar dan terganas adalah rabbit hole yang mempunyai grade V.

5. Sungai Batang Toru
Sungai Batang Toru terletak di wilayah Tapanuli Selatan berhulu di Danau Toba. Mengalir ke arah Barat daya dan bermuara di Samudera Hindia. Sungai ini di kenal juga dengan nama Aek Sigeon oleh orang-orang Tarutung sampai ke hulu, sedang orang sekitar muara Batang Toru ini menyebutnya dengan nama Aek Salura. Panjang sungai sekitar 125 km.

6. Way Semangka
Sungai Semangka atau Way Semangka terletak di pinggir perbatasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Lampung. Lintasan yang asyik untuk diarungi adalh sepanjang 23 km dengan waktu tempuh antara 5 s/d 7 jam. Kelas jeram berkisar antara kelas II – III+. Pemandangan di sisi sungai sangat menarik terutama di separuh sungai bagian atas. Start dimulai dari desa Tugu Ratu dan finish di Dam Talang Asahan. Untuk mencapai tempat start di Tugu Ratu memakan waktu 5-6 jam dari Tanjung Karang. Kondisi jalan pada dari Raja Basa, kota Agung sangat buruk (Mei 001), tetapi sangat cocok dan menantang untuk para penggemar offroad.

7. sungai Citarik
Sungai ini cukup terkenal di antara para penggemar pengarung jeram. Terdapat beberapa operator wisata arung jeram di sungai ini. Jeram-jeram disungai citarik mempunyai tingkat kesulitan III sampai IV. Kondisi airnya cukup jernih dan relatif stabil sepanjang tahun. Lintasan yang cukup asyik untuk diarungi sepanjang 17 km. Start dapat dimulai dari Parakan Telu desa Cigelong atau dari Pajagan, desa Cigelong. sedang finish di desa Citangkolo, Cikidang atau di desa Cikadu, Pelabuhan Ratu. Total pengarungan sekitar 4 jam. Namun pada umumnya pengarungan dimulai dari Pajagan dan berakhir di desa Cikadu.

8. Sungai Cicatih
Sungai Cicatah terletak di kab. Sukabumi, sungai cukup lebar antara 25 s/d 100 meter. Entry point pertama adalah dari Dam PLTA Ubruk, sedang entry point kedua dari desa Bojongkerta. Sedang finish di jembatan gantung Leuwilalai. Lama pengarungan sekitar 3 jam jika titik mulai dari DAM Ubruk, jika mulai dari Bojongkerta lama pengarungan sekitar 2 jam. Sungai Cicatah mempuyai jeram-jeram berkelas III s/d IV. Jeram terbesar adalah jeram Gigi yang mempunyai kelas IV. Saat debit air meningkat maka tingkat kesulitan akan naik. Pemandangan di sisi sungai sangat menarik.

9. Sungai Cikandang
Air sungai Cikandang bersal dari gunung Cikuray dan Papandayan, terletak di wilayah kabupaten Garut. Sungai ini masih sangat asri dan jauh dari pemukiman. Air sungai Cikandang relatif stabil baik dimusim kemarau ataupun dimusin hujan. Jeram-jeramnya sungguh menantang karena mempunyai kelas III sampai IV. Titik awal pengarungan dapat dimulai dari kampung Sindang Ratu, desa Cihideung dan berakhir di pesisir pantai selatan di desa Cijayang. Lama pengarungan sekitar 4 jam, jarak tempuh sekitar 15 km.

10. Sungai Cikaso
Hulu sungai Cikaso berada di daerah pegunungan di Sukabumi utara. Sedang muara sungai ini berada di pantai selatan di daerah Kecamatan Surade, sukabumi Selatan. Panjang sungai yang sudah diarungi baru sekitar 24 km. Sungai ini mempunyai daya tarik tersendiri, karena di sepanjang aliran sungai banyak di temui air terjun yang meluncur dari tebing-tebing sungai yang ditumbuhi lumut-lumut hijau. Jeram-jeramnya sangat menantang, dari kelas III s/d VI. Lebar sungai Cikaso bervariasi antara 50 sampai 100 meter. Di jeram Sarongge yang terletak di kampung Cimampar, Cangkuang aliran sungai menyempit di antara tebing-tebing terjal, bahkan di salah satu bagian aliran sungai tertutup runtuhan batu breksi, sehingga tak dapat diarungi. Entry point dimulai dari jembatan Bojong Kecamatan Kalibunder dan finish di jembatan Cikaso kecamatan Tegal Belued.

11. Sungai Pelayangan
Air sungai Pelayangan berasal dari Situ Cileunca yang terletak di Pangalengan, Kabupaten Bandung yang terkenal dengan kesejukannya. Sungai Palayangan mempunyai Gradien tinggi sehingga arus sungai cukup kencang. Lebar sungai antara 5-10 meter dengan kelokkan tajam. Airnya dingin, jernih dan bersih. Kelas jeram berkisar antara III – IV. Panjang lintasan sungai yang dapat diarungi adalah 4 jeram paling menarik dengan gradient tinggi adalah jeram Kecapi. Pemandangan sangat indah, sungai ini terletak di lembah di antara hutan pinus dan perkebunan teh.

12. Sungai Cianten
Sungai ini terletak di Kabupaten Bogor. Hulu sungai berada dari hutan-hutan di kawasan Taman Nasional Halimun. sungai cianten merupakan anak sungai Cisadane. Aliran air sungai cukup stabil, karena di atas lokasi start Batu Beulah merupakan Dam yang berfungsi untuk PLTA. Kelas sungai berkisar antara II+ – III. Kelas kesulitan dapat meningkat saat tinggi muka air naik. Panjang sungai yang dapat diarungi saat tinggi muka air bagus sekitar 13 km sampai di titik pertemuan dengan sungai Cisadane. pada umumnya start dimulai dari Batu Beulah dan berkahir di Jembatan Leuwiliang.

13. Sungai Cisadane
Untuk para pengarung pemula, sungai Cisadane merupakan pilihan yang tepat untuk berarung jeram. Letaknya tak jauh dari kota Bogor. Aliran air berasal dari kawasan hutan-hutan Gunung Salak. Panjang sungai yang asyik dan biasa diarungi adalah seoanjang 9 km dengan tingkat kesulitan sungai II+ – III. waktu tempuh sekitar 2 jam. Titik awal dimulai dari jembatan Ciampea dan berakhir di kampung Pasir, sekitar satu jam pengarungan dari titik pertemuan sungai Cianten – Cisadane.

14. Sungai Progo
Hulu sungai Progo berada di lembah diantara dua gunung, Sindoro dan Sumbing. Mengalir ke arah selatan, membelah dua propinsi, jawa Tengah dan Yogyakarta. Arusnya cukup deras dan sangat Fluktuatif terutama pada musim hujan. Pada kondisi normal jeram-jeram ini sungguh menantang dan mempunyai tingkat kesulitan antara kelas II s/d V. Entry point dapat dilakukan dari beberapa tempat. Titik pertama adalah dari Taman Kyai Langgeng di kota Magelang, Jembatan Borobudur, Mendut, titik keempat Jembatan Klangon. Titik akhir biasanya sampai di Dam Ancol, Yogyakarta sekitar 40 km. Etape paling menantang adalah antara Jembatan Klangon dan Dam Ancol dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Setiap pengaruh jeram harus waspada dengan hujan yang cukup deras, karena ketinggian air dapat secara tiba-tiba naik dan mengakibatkan banjir bandang.

14. Sungai Elo
Anak sungai Progo yang berhulu di lereng barat gunung Merbabu. Airnya lebih jernih dibanding sungai Progo. Jeramnya bervarisasi antara tingkat kesultan II – III. Pemandangan di sisi kanan kiri sungai masih asri dan menarik. Pengarungan dimulai dari Jembatan Blondo, Magelang, dan berakhir di Mendut, atau di sekitar titik pertemuan antara Progo dan Elo. Lama pengarungan sekitar 2,5 jam dan jarak tempuh 8 km.

15. Sungai Serayu
Terletak di kabupaten Wonosobo dan kabupaten Banjarnegara. panjang sungai yang biasa di arungi lebih dari 16 km. Sungai Serayu sangat muda dijangkau karena terletak di pinggir jalan raya yang menghubungkan kota wonosobo dan banjarnegara, sehingga start awal dapat dimulai dari beberapa titik antara lain adalah dari Jembatan di desa Blimbing dan desa Tunggoro (kab. Wonosobo), serta desa prigi (kab. Banjarnegara), sedang finish berada di desa Singomerto (kab. Banjarnegara). Jeram-jeram di sungai ini mempunyai kelas antara II sampai IV.

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *