Apakah kita termasuk ” penderita ” Workaholic

sukses dunia outbound, outbound, outbond, teknik outboundBekerja adalah sesuatu yang sangat menyenangkan bagi seorang workaholic. Bagi penderita sindrom workaholic, waktu 24 jam dalam sehari dan 7 hari dalam seminggu belum bisa memuaskan keinginannya untuk terus bekerja.

Biasanya, orang yang mengalami sindrom workaholic kelakukan berbagai macam penyangkalan. Menurut mereka, melakukan pekerjaan terus menerus seolah tanpa istirahat demi mendapatkan pencapaian yang lebih merupakan hal yang lumrah. Kerap kali seorang workaholic mengalami ” krisis kepercayaan diri “. Nah, bagaimana dengan kita?, apakah kita termasuk orang – orang yang mengalami sindrom tersebut?. Silahkan simak artikel outbound berikut ini.

Mengutip tulisan di Health India, Psikologi Klinis & Therapis Psikoanalitis di Imago Centre For Self, Dr. Pulkit Sherma, membeberkan beberapa tanda – tanda umum dan gejala workaholic seperti berikut :

1. Mengabaikan kehidupan pribadi, hubungan, waktu luang dan tidur

2. Sulit bersantai

3. Perasaan sedih dan gelisah ketika tidak bekerja

4. Ada perasaan lega saat melanjutkan pekerjaan

5. Panik dan merasa kehilangan sesuatu yang penting ketika jauh dari pekerjaan

6. Ketidak mampuan untuk mengambil istirahat atau liburan

7. Selalu dekat dengan gadget di 24 jam dalam 7 hari.

Saat melakukan analisa psikologis mendalam, Dr. Sherma menemukan bahwa orang – orang yang mengalami sindrom workaholic mengalami dua macam ketakutan.

1. Takut Gagal

Kebanyakan orang yang workaholic memiliki penilaian pribadi yang rendah. Mereka cenderung menggunakan prestasi sebagai obat untuk merasa lebih baik dalam melihat dirinya. Mereka bahkan takut akan kegagalan kecil sekalipun. Sehingga membuat mereka workaholic.

2. Takut Diri Sendiri

Tanpa sadar, beberapa orang yang cenderung workaholic tidak nyaman dengan diri mereka. Karena itu mereka berjuang dengan emosi yang sulit dan kompleks, bekerja secara berlebihan untuk menjaga pikirannya tetap sibuk.

Bagi orang – orang workaholic, mereka sangat sulit menemukan waktu diakhir pekan. Mereka cenderung merasa kosong, mudah tersinggung daan depresi sehingga selalu menemukan cara untuk kembali bekerja.

Jika tidak sedang bekerja ditempat kerja, mereka selalu berupaya bekerja melalui gadgetnya diakhir pekan. Jika dibiarkan, dalam jangka panjang akan berdampak tidak baik bagi kesehatan fisik dan psiologis. Sebab orang yang workaholic rentan terhadap penyakit dan gangguan kesehatan seperti ; diabetes, hipertensi, jantung koroner, GERD, spondilitis, depresi, gangguan kecemasan umum, gangguan obsesif kompulsif, konflik dalam perkawinan, serta ketidak harmonisan rumah tangga.

Bagaimana Cara Melepaskan Diri Dari Workaholic

Nah, jika kita mengalami sejumlah gejala sindrom workaholic seperti yang dipaparkan diatas, ada baiknya melakukan langkah – langkah praktis ini untuk mengatasinya.

1. Sadar Diri

Setiap orang memiliki alasan untuk menjadi workaholic. Karena itu kita harus memahami terlebih dahulu, mengapa pekerjaan menjadi begitu penting. Apakah kegiatan itu dilakukan karena kita mencoba untuk menyembunyikan kelemahan dan sesuatu yang memalukan?, atau apakah kita mencoba melarikan diri dari perasaan negatif.

2. Jangan Lari Dari Perasaan Negatif

Menghadapi sesuatu yang negatif dan menyakitkan itu sangat lumrah. Saat berada disituasi ini, berikan diri kita ruang dan kesempatan untuk merasa sedih dan marah. Seringkali ketika menghadapi perasaan negatif dengan cara yang tenang, maka perasaan negatif itu akan memudar.

3. Pelan – pelan Saja

Seorang workaholic ” kecanduan ” dengan hal – hal yang berjalan cepat. Inilah yang menyebabkan mereka tertekan karena tubuh dan pikiran tergantung pada pekerjaan.

Ingatlah bahwa segala sesuatu tidak berubah secepat kilat. Karena itu ambilah jeda, secara bertahap kurangilah keterlibatan kita dalam sebuah pekerjaan sambil memikirkan cara – cara alternatif.

4. Seimbang

Jagalah keseimbangan dalam hidup kita. Pisahkan waktu antara bekerja, hobby, hubungan pertemanan dan untuk diri kita sendiri.

Demikian beberapa cara untuk menghilangkan gejala – gejala umum workaholic yang kadang – kadang tanpa sadar hinggap pada diri kita. Sedikit demi sedikit menggerogoti waktu dan emosi kita hanya untuk menyelesaikan berbagai macam pekerjaan seolah tanpa mengenal istirahat. Mudah – mudahan kita semua dapat terhindar dari ” penyakit ” workaholic.

Terima kasih atas kunjungannya , jika berkenan silahkan tinggalkan jejak dalam bentuk komentar positif yang membangun. Terima Kasih

Salam Sukses Bahagia!….

Klien Dunia Outbound Tracon Klien Dunia Outbound Tracon 6 Klien Dunia Outbound Tracon 4 Klien Dunia Outbound Tracon

swadharma duta data, team building, dunia outbound, outbound, outbond, cisarua, puncak, griya sawah lega, ykk zipco, pt. sdd, pt. swadharma swadharma duta data, team building, dunia outbound, outbound, outbond, cisarua, puncak, griya sawah lega, ykk zipco, pt. sdd, pt. swadharma

Share This:

One thought on “Apakah kita termasuk ” penderita ” Workaholic

  1. Saya sangat workaholic saat mengejar THR..itu terjadi sejak saya berumur 5 tahun hingga saat ini..apa lagi saat mendekati hari raya..mendadak saya menjadi super workaholic..biasanya gejala workaholic yg saya alami akan berhenti setelah menghitg pendapatan yg sudah didapatkan berjumlah banyak..saya senang menjalani lebaran selama workaholik bersama saya…pahaaaam..daahh..!?d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *