Dunia Outbound : Rahasia Memenangkan Persaingan

Salah satu bagian penting dalam pelatihan outbound adalah belajar cara pengambilan keputusan dan menyusun strategi untuk memenangkan persaingan, tentunya dengan cara – cara yang baik dan tidak berlaku curang. Sesuai dengan kepanjangan kalimat ” outbound “ , yaitu ” Outside Of Bounderies ” atau jika diartikan dalam bahasa Indonesia adalah keluar dari batasan yang ada, dapat pula ditafsirkan dengan menggali ide baru dengan berfikir terbuka.

Berkenaan dengan itu, maka Dunia Outbound menuliskan artikel tentang ” Bagaimana Memenangkan Persaingan ” yang tentunya berisi berbagai taktik dan strategi cara mengalahkan lawan.

Ada sebuah kisah menggelikan tentang dua lelaki yang sedang berkemah dihutan. Suatu saat, mereka berpapasan dengan seekor singa ganas. Salah satu diantara mereka segera membungkuk, mengambil sepatu dari ranselnya, dan bergegas melepas sepatu bootnya. ” Apa yang kamu lakukan?” seru temannya, ” Kamu tidak akan bisa mengalahkan kecepatan lari singa itu walaupun kamu mengganti sepatumu”. Dengan tenang, lelaki itu menjawab, ” aku tidak harus mengalahkan kecepatan lari singa itu, tetapi aku harus mengalahkan kecepatan larimu!”.

Dalam perang otot maupun perang otak, strategi – strategi yang dibutuhkan nyaris sama, dalam pelatihan outbound dikenal dengan istilah Kenali dirimu, lalu kenali musuhmu. Hal ini dikarenakan semua persaingan pada awalnya terjadi dalam pikiran; disanalah kita menang atau kalah, dan hasilnya kemudian termanifestasi dalam dunia materi. Baik itu pertandingan tennis, kuis tantangan, persaingan bisnis, atau persaingan dua perjaka untuk merebut hati seorang dara. Persaingan adalah persaingan!, seranglah pikiran lawan!, sehingga dia akan bertarung dengan dirinya sendiri dan pada akhirnya jatuh dihadapan kita. Tanpa sentuhan sedikitpun!.

Untuk menjadi pemenang, kita tidak harus menjadi yang terbaik atau terpintar, kita hanya perlu melakukan hal – hal yang tepat. Baik dalam perang otot maupun perang otak. Orang yang secara mental siap dan memiliki strategi – strategi psikologislah yang akan keluar sebagai pemenang. Meskipun situasi akan menentukan taktik – taktik mana yang lebih tepat untuk digunakan, dikombinasi diantara taktik – taktik ini terbukti dapat memberikan kita keuntungan berlimpah.

Ada dua wilayah strategi berbeda yang harus diperhatikan agar sukses memenangkan persaingan.

1. Hal yang harus kita lakukan

Jangkar Keberhasilan, seperti yang telah kita bicarakan sebelumnya, jangkar ( anchor ) sering digunakan dalam hipnotis untuk menghubungkan berbagai peristiwa atau sensasi yang tidak berkaitan. sebagai tinjauan, jangkar adalah pengaitan antara serangkaianperasaan atau kondisi emosional tertentu dengan beberapa rangsangan unik – gambar, suara, nama, aroma, dan lain – lain. kita bisa mengambil contoh dari gerak – gerak refleks kita sendiri. aroma vodka mungkin membuat kita mual karena kita memiliki pengalaman buruk dengannya beberapa tahun yang lalu. atau, lagu tertentu yang terdengar di radio yang mengingatkan kita pada seorang teman yang bertahun – tahun telah kita lupakan. semua itu adalah jangkar. mirip dengan cara kerja seorang penghipnotis panggung yang dengan menjentikkan jarinya mampu membuat seseorang tertidur, kita juga bisa ” terkunci ” dalam perilaku tertentu.

Anda bisa menggunakan kekuatan penjangkaran untuk meningkatkan kinerja kita. misalnya, kita sedang bermain tenis. setiap kali kita melakukan pukulan jitu, teriakan kata – kata singkat pada diri anda, atau buatlah gerakan tangan yang tangkas dan mantap. teriakan atau gerakan ini merupakan jangkar bagi tindakan kita. jadi, ketika kita ingin tampil seoptimal keadaan tersebut, lafalkan saja kata – kata itu pada diri kita atau ulangi gerakan itu, maka otak kita akan kembali pada kerangka pikiran yang sama ketika kita sedang berada pada puncak penampilan itu. cara ini sangatlah ampuh, dan bila digunakan dengan benar, ia dapat membantu kita mencapai puncak penampilan mental dan fisik, kapanpun. kita bisa mengondisikan diri kita untuk tampil optimal sesuka kita. setiap kali kita mencapai penampilan puncak, jangkarkanlah keadaan kita itu dan piculah kemunculannya setiap kali kita ingin tampil memuaskan.

– Fokus. Berikut ini adalah fakta yang tak terelakkan mengenai sifat manusia: apa yang menjadi fokus kita merupakan sesuatu yang ingin kita tuju atau capai. jangan pernah bertindak dalam keadaan takut. ingat, semua pertarungan penting pertama kali terjadi dalam pikiran. jika secara mental kita tidak siap dan tidak prima, dan jika kita bisa menundanya, maka tundalah.

Kondisi ideal. Kita bisa mencapai kondisi pikiran ideal ketika kita tidak memiliki ego, dan kondisi ini bisa kita capai dengan berkonsentrasi hanya pada tujuan. hal ini akan membuat kita tidak terlalu peduli pada penilaian orang lain dan membantu kita menghindari menduga – duga  hasil dari tindakan yang telah kita lakukan. jika kita hanya berkonsentrasi pada tujuan, ” keakuan ” atau ego kita akan hilang, dan kita bis amengejar tujuan kita tanpa kenal lelah. fokuslah pada hasilnya saja, jangan pada diri kita.

Berlatih secara mental. Lihat dan rasakanlah seperti apa penampilan dan tindakan kita dengan menggunakan imajinasi kita. Dalam kaitannya dengan penampilan, berbagai penelitian menunjukan bahwa latian mental sama efektifnya dengan praktik sungguhan. gunakan pikiran kita untuk mendapatkan gambaran sempurna tentang bagaimana kita semestinya tampil. seperti apa kita kedengaran dan kelihatannya ? apa reaksi orang lain? bagaimana mereka melihat kita ? dapatkanlah imajinasi utuh tentang penampilan yang kita inginkan dalam dunia nyata. kita harus melihat diri kita sukses dalam benak kita sebelum melihatnya dengan mata kita.

Selalu memiliki rencana B. Rencana cadangan tidak hanya membuat perspektif  kita lebih sehat, tetapi juga memperbesar peluang keberhasilan kita. namun, tantangannya adalah kita tidak ingin membuat diri kita gagal dengan terlalu cepat kita meninggalkan rencana awal kita. karena itu, terapkanlah rencana B jika rencana awal kita tidak mungkin lagi diterapkan. di kalangan angkatan bersenjata, ketika sebuah pasukan melakukan serangan, mereka selalu memiliki rencana cadangan untuk mengantisipasi bila rencana awal meleset. ingat, apa pun yang terjadi, jika kita siap, kita bisa terus maju.

2. Medan perang

– Jika hiu dan singa bertarung, mana yang akan menang? jawabannya tentu tergantung pada dimana keduanya bertarung. kalau bisa, manfaatkan tempat kita sendiri sebagai arena. kita akan lebih nyaman, dilingkungan yang telah kita kenal dengan baik. kalau bisa, kenalilah terlebih dahulu medan perang yang akan digunakan, sehingga kita bisa lebih nyaman ketika berperang.

– Fasilitasi sosial adalah ketergugahan yang muncul ketika orang lain hadir dan menilai penampilan kita, berbagai penelitian menunjukan bahwa ketergugahan ini meningkatkan kinerja kita pada tugas – tugas sederhana tetapi merusak kinerja kita pada tugas – tugas yang rumit. lebih jauh, penelitian – penelitian itu juga menunjukan bahwa ketika kita akan mahir sesuatu, baik yang rumit maupun yang sederhana, kehadiran penonton di sekitar kita dapat meningkatkan kinerja kita. ketika kita kurang percaya diri dan tidak mahir, maka kehadiran penonton dapat memperburuk kinerja kita. ketika kita bersaing dengan orangf yang lebih mahir, maka biarkan orang – orang yang menontonnya karena hal itu dapat membantu meningkatkan kinerja kita, dan kinerja lawan kita akan bertambah buruk.

– Sebagai ringkasan, seorang pejuang dan pemimpin strategi terhebat dalam sejarah. Sun tzu, mengatakan bahwa kalau bisa, lakukanlah sesuatu yang tak terduga dan tanpa didahului peringatan. muslihat dan kejutan merupakan prinsip kunci untuk mengacaukan lawan. dengan bertindak tanpa pola, kita akan membuyarkan keseimbangan lawan kita dan inilah saat yang tepat untuk menyerangnya dengan telak. ketika perhatian lawan kita terpecah, fokus dia akan buyar. dan, dengan menyerang lebih dulu, kita memiliki lebih banyak pilihan. memyerang adalah tindakan dinamis, sedangkan bertahan adalah tindakan pasif. ketika menyerang, lakukanlah dengan gencar. kalahkan mental lawan kita. serangan gencar akan membuat lawan letih, karena kekuatan mental dan fisiknya terus terkuras.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *