Fenomena misterius crop circle kembali muncul di Srimartani, Piyungan, Bantul, Selasa (25/1). Pola yang nyaris sama dengan crop circle di Berbah, Sleman, tersebut berada di persawahan milik empat petani setempat dengan diameter sekitar 30 meter, lebih kecil dibandingkan dengan yang ada di Berbah.

Seperti diberitakan sebelumnya, masyarakat Yogyakarta geger setelah warga Jogotirto, Berbah, Sleman, menemukan pola misterius di lahan sawah setempat. Pola itu berbentuk lingkaran berdiameter 70 meter dengan motif tertentu. Ukurannya sangat simetris, tak ada yang melihat proses terbentuknya sehingga ada yang yakin mahluk asing (UFO) pembuatnya.

Jasiman, penduduk Piyungan yang mengetahui pertama kali adanya crop circle, mengatakan, semula dia mengira robohnya padi akibat angin. Setelah melihat dari kejauhan ternyata robohnya padi membentuk pola tertentu, mirip temuan di Berbah. Dia kemudian melaporkan ke perangkat desa yang meneruskan ke polisi dan instansi terkait. ”Tidak ada yang tahu bagaimana proses terjadinya, tahu-tahu sudah berbentuk seperti itu,” ujar Jasiman, Selasa (25/1).

Temuan kedua ini membuat masyarakat antusias untuk melihat dari dekat seperti pada temuan pertama. Ribuan orang hilir-mudik menyaksikan. Warga setempat mengais rezeki dengan berjualan makanan, minuman serta parkir kendaraan.

Wisata UFO, demikian warga setempat menyebutnya, sempat memakan korban jiwa. Seorang pengunjung, Aldo, Selasa (25/1), tewas ketika melihat crop circle. Dia kaget dan jatuh terpeleset dari atas bukit setelah petir menyambar. Kebetulan waktu dia dan teman-temannya ke sana, cuaca tidak bersahabat. Hujan lebat turun disertai angin dan petir.